Tag: #Workshop

  • Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Outcome Based Education (OBE) di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Barru

    Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Outcome Based Education (OBE) di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Barru

    Barru, 17 September 2024 – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Barru menyelenggarakan Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome Based Education (OBE) pada hari Selasa, 17 September 2024, di Hotel D’Shining, Kabupaten Barru. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris serta dosen dari Prodi Bimbingan dan Konseling.

    Workshop ini dibuka oleh Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Wahyuddin Rauf, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya penerapan pendekatan OBE dalam kurikulum pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan tuntutan dunia kerja. “Dengan menerapkan OBE, kita tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi juga pada capaian kompetensi mahasiswa yang lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja,” jelas Wahyuddin dalam sambutannya.

    Di mana kegiatan yang lalu dengan tema yang sama yaitu OBE dengan menghadirkan pemateri yang juga dari Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) yaitu Dr. Ummi Khaerati Syam, M.Pd selaku Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNISMUH Makassar. Kali ini kegiatan ini menghadirkan pemateri yaitu Ismail Sangkala, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNISMUH Makassar. Dalam penyampaiannya, Ismail menyoroti esensi dari pendekatan OBE yang berfokus pada hasil belajar yang ingin dicapai mahasiswa setelah menyelesaikan setiap mata kuliah. “OBE menekankan pentingnya hasil akhir yang terukur. Dalam merancang RPS berbasis OBE, kita harus menyiapkan capaian pembelajaran yang jelas sehingga kompetensi mahasiswa dapat tercapai sesuai standar yang ditetapkan,” ungkap Ismail.

    Selama workshop, para dosen diajak untuk memahami metode penyusunan RPS berbasis OBE secara mendalam, mulai dari penyusunan capaian pembelajaran, perumusan indikator ketercapaian, hingga pemilihan metode dan evaluasi pembelajaran yang relevan. Kegiatan ini berlangsung interaktif, di mana peserta turut mengajukan berbagai pertanyaan serta berbagi pengalaman dalam mengimplementasikan kurikulum OBE di kelas.

    Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dosen dalam menyusun RPS yang sesuai dengan standar OBE. “Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, setiap RPS yang disusun mampu menghasilkan pembelajaran yang lebih efektif dan berkualitas, sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan di dunia kerja,” tutup Wahyuddin.

    Kegiatan ini memperlihatkan komitmen Universitas Muhammadiyah Barru dalam mendukung kualitas pendidikan tinggi yang berbasis capaian, sejalan dengan visi OBE untuk membekali lulusan dengan kompetensi yang siap bersaing dalam lingkup nasional dan internasional.

  • Workshop Penyelarasan Kurikulum dan Penyusunan Prosedur Operasional Baku (POB) MBKM di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Barru

    Workshop Penyelarasan Kurikulum dan Penyusunan Prosedur Operasional Baku (POB) MBKM di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Barru

    Barru, 15 Agustus 2024 – Setelah FGD Evaluasi Kurikulum pada hari sebelumnya, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Barru melanjutkan kegiatan dengan Workshop Penyusunan Prosedur Operasional Baku (POB) untuk mendukung pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di lingkup prodi, yang juga termasuk dalam rangkaian Program Bantuan Akselerasi Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Tinggi Mendukung Kampus Merdeka Mandiri Tahun 2024 dari Kemdikbudristek, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Workshop ini diselenggarakan pada Kamis, 15 Agustus 2024, di Hotel D’Shining, Kabupaten Barru. 

    Acara dibuka oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Wahyuddin Rauf, S.Pd., M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan POB adalah langkah penting untuk mendukung keterlaksanaan kegiatan MBKM secara terstruktur. “Dengan adanya POB, kita berharap setiap program MBKM dapat terlaksana dengan panduan yang jelas, baik bagi dosen maupun mahasiswa,” ujar Wahyuddin. 

    Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Dr. Ishaq, S.Pd., M.Pd., selaku sekretaris Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (LP2AI) yang memberikan panduan dalam merumuskan prosedur operasional untuk kegiatan pembelajaran MBKM. Dalam workshop, Dr. Ishaq memaparkan cara penyusunan POB yang efektif, termasuk penyusunan langkah-langkah standar yang perlu dilakukan dalam kegiatan MBKM seperti magang, penelitian, pertukaran pelajar, dan program lainnya. 

    Dalam penyampaiannya, Dr. Ishaq menegaskan pentingnya kolaborasi antar-dosen dalam menyusun POB agar hasilnya selaras dengan kebutuhan mahasiswa. “Penyusunan POB bukan hanya soal administrasi, tetapi juga memastikan bahwa setiap langkah dalam program MBKM mendukung kompetensi mahasiswa secara langsung. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas pendidikan,” ungkap Dr. Ishaq.

    Dr. Ishaq juga memberikan panduan tentang cara menyusun langkah-langkah operasional yang efektif dan rinci. “Kita perlu membuat panduan yang tidak hanya mengikuti aturan MBKM, tetapi juga memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk meraih pengalaman belajar yang maksimal. POB harus dibuat jelas dan terstruktur agar menjadi acuan yang memudahkan bagi seluruh pelaksana di lapangan,” tambahnya.

    Workshop ini dihadiri oleh Wakil Rektor, para dosen dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, serta perwakilan dari program studi Bimbingan Konseling (BK) yang turut berpartisipasi aktif dalam diskusi. Beberapa dosen menyampaikan apresiasi mereka terhadap penyusunan POB yang lebih detail ini, termasuk langkah-langkah dalam program magang, penelitian, dan pertukaran mahasiswa. “POB ini akan memudahkan kami sebagai dosen dalam mendampingi mahasiswa yang mengikuti kegiatan MBKM, karena setiap prosedur dan langkah sudah jelas. Harapannya, ini juga akan memberikan pengalaman belajar yang lebih lancar bagi mahasiswa,” ungkap salah satu dosen peserta workshop.

    Workshop diakhiri dengan diskusi panel, di mana para peserta dapat menyampaikan saran dan masukan terkait POB. Diharapkan dengan adanya POB yang terstruktur, implementasi MBKM di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dapat berjalan lebih efektif dan efisien, serta memenuhi standar yang diperlukan. Universitas Muhammadiyah Barru optimis bahwa hasil dari workshop ini akan mendukung keberhasilan program MBKM dan menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan global.