Barru, 30 Novermber 2025 – Sebagai langkah awal dalam perjalanan mahasiswa pendidikan bahasa Inggris yang tergabung dalam kepengurusan Students’ Association of English Education Department (SAEED) serta English Club, dilaksanakan suatu kegiatan pengantar yaitu pengenalan lingkungan SAEED dalam berproses sebagai seorang mahasiswa pendidikan bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Barru.
Dengan berlatar lokasi di Bukit Maddo, yang merupakan salah satu objek wisata di Kabupaten Barru, kegiatan ini memberikan nuansa yang santai. Dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 30 November 2025 yang dimulai pada pukul 13.30.
Materi pengenalan SAEED ini dibawakan oleh Wahyudhi Rustan, selaku demisioner ketua bidang Sumber Daya Manusia (SDM) SAEED periode 2023/2024 bersama moderator oleh Nurhaliza selaku anggota dari SAEED.
Source: Media SAEED
Kegiatan ini merupakan langkah awal bagi anggota baru SAEED dan English Club untuk memperkenalkan struktur organisasi SAEED, dan cikal bakal dari regenerasi kepemimpinan, serta sebagai bagian dari program pengembangan diri SAEED.
Barru – Sepasang turis asal Belanda, Mr. Erwin Koreman seorang pria berdarah Holland dan istrinya Ms. Dharma Ramsahai yang berasal dari Suriname, melakukan kunjungan ke Rumah Adat Arung Tuwung di Sumpang Binangae, Barru. Kedatangan mereka merupakan bagian dari perjalanan liburan di Sulawesi Selatan, dengan tujuan utama Danau Tempe di Sengkang. Namun atas arahan pemandunya, mereka menyempatkan diri singgah di museum Arung Tuwung.
Setibanya di lokasi, pasangan turis itu disambut langsung oleh Puang Ati selaku pemilik rumah adat yang juga keturunan langsung dari Raja Tuwung, didampingi oleh pemandu mereka yaitu HPI cabang Barru dan English Village. Mereka kemudian menaiki rumah panggung untuk menjelajahi koleksi museum yang menyimpan berbagai benda antik peninggalan Raja sebelumnya. Selama kunjungan, mereka juga mendapat penjelasan tentang sejarah rumah adat, pakaian tradisional Bugis, bahkan berkesempatan mencoba mengenakannya.
Source: DPC HPI Kab. Barru
“Kami merasa sangat terhormat bisa diajak ke rumah adat ini karena dapat melihat benda-benda bersejarah, termasuk guci antik yang ternyata pernah kami lihat juga di negara kami,” ujar salah seorang turis tersebut.
Tidak hanya itu, pengalaman budaya mereka semakin lengkap dengan menikmati sajian khas lokal. Di bawah rumah adat, mereka dijamu dengan kopi dan kue tradisional seperti dadar gulung, doko-doko, dan pallubutung. “Kue khasnya sangat enak, dan kami merasa bahagia bisa disambut dengan hangat,” ungkap mereka dengan antusias.
Source: DPC HPI Kab. Barru
Sebagai bagian dari kampanye yang menjadi icon setiap kunjungan, pasangan turis itu juga turut melakukan penanaman pohon di area sekitar rumah adat. Aktivitas ini menjadi pengalaman yang mereka sebut menyenangkan karena memberikan kesan mendalam dan berkelanjutan.
Menurut pemandu, setiap turis mancanegara yang berkunjung ke rumah adat selalu mendapatkan sambutan serupa. “Kami sangat senang bisa membawa turis ke sini karena tempat ini sangat terbuka dan memberikan ruang untuk mengenalkan budaya Bugis ke dunia,” jelas Aisyah, salah satu pemandu di rumah adat.
Sementara itu, pihak pengelola rumah adat mengaku bahwa kedatangan wisatawan asing memberi dampak positif. Selain memperluas pengenalan budaya Bugis di mata turis, kehadiran mereka juga mendorong masyarakat sekitar untuk lebih menghargai warisan budayanya.
Kunjungan singkat tersebut kemudian diakhiri dengan perjalanan turis menuju destinasi utama mereka, Danau Tempe.
Barru, 29 Agustus 2025 – Rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf (MASTA) mahaiswa baru Universitas Muhammadiyah Barru tahun akademik 2025/2026 memasuki hari ketiga pada Jumat (29/8). Salah satu agenda penting dalam rangkaian ini adalah pengenalan organisasi mahasiswa tingkat program studi, yakni Student Association of English Education Department (SAEED).
Pengenalan SAEED disampaikan oleh Wahyudhi Rustan, demisioner Ketua Bidang Sumber Daya Manusia periode 2023-2024. Dalam penyamaiannya, Wahyudhi menjelaskan bahwa SAEED merupakan wadah bagi mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) untuk menyalurkan kreativitas, inovasi, dan membangun keterampilan di luar perkuliahan.
“SAEED sebagai wadah pengembangan kreasi inovasi bagi mahasiswa serta menjadi rumah bagi teman-teman mahasiswa jurusan bahasa Inggris, juga dimana skill dibentuk dari SAEED.” Ungkapnya di hadapan mahasiswa baru.
Lebih lanjut, Wahyudhi menambahkan bahwa selain aktif berorganisasi di lingkungan kampus, mahasiswa juga dapat mengembangkan diri melalui organisasi luar kampus. Salah satunya adalah English Village (EV), sebuah komunitas yang bergerak dalam kegiatan tour guiding bagi turis asing yang berkunjung ke Kabupaten Barru.
“Dalam masa perkuliahan, kehidupan mahasiswa itu 20% digunakan dalam perkuliahan, selebihnya digunakan dalam berorganisasi”, tambahnya.
Kegiatan pengenalan SAEED ini diharapkan dapat memberikan gambaran awal bagi mahasiswa baru tentang pentingnya berorganisasi, baik sebagai ruang pengembangan diri maupun sebagai wadah kebersamaan di lingkup Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
Barru, 28 Agustus 2025 – Pada rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Barru tahun akademik 2025/2026, atau lebih sering disebut Masa Ta’aruf (MASTA) bagi kampus muhammadiyah. Pada masa yang singkat ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris turut memperkenalkan visi, misi, dan sistem pembelajarannya kepada mahasiswa baru. Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yaitu Wahyuddin Rauf, S.Pd., M.Pd, dengan tujuan memberikan pemahaman awal mengenai arah keilmuan, profil lulusan, serta layanan akademik yang tersedia bagi mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Ketua Prodi menekankan visi keilmuan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, yaitu “menyelenggarakan pendidikan yang unggul berbasis ilmiah, inovatif, dan kolaboratif pada bidang Pendidikan Bahasa Inggris melalui pembelajaran berbasis teknologi, keterampilan komunikasi lintas budaya, dan pengembangan keterampilan literasi kritis untuk menghasilkan lulusan yang adaptif dan mandiri serta berkontribusi secara global berlandaskan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan.”
Visi ini diharapkan mampu menjadi arah pengembangan mahasiswa dalam menempuh studi serta menjadi bekal untuk menghadapi tantangan global.
Selain pemaparan visi misi, Ketua Prodi juga menjelaskan tiga profil lulusan utama Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, yaitu:
Pendidik profesional, yang mampu mengajar Bahasa Inggris di berbagai jenjang pendidikan.
Praktisi bahasa, yang memiliki keterampilan dalam penerjemahan, penulisan, hingga komunikasi lintas budaya.
Edutecnopreneur, yakni lulusan yang kreatif, inovatif, dan mampu mengembangkan usaha berbasis pendidikan dan teknologi.
Kemudian, mahasiswa baru juga diperkenalkan pada kurikulum program studi, termasuk mata kuliah penciri Pendidikan Bahasa Inggris, jumlah SKS yang harus ditempuh, serta berbagai sumber belajar yang mendukung proses perkuliahan. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran awal mengenai jalur akademik yang akan dilalui.
Ketua Prodi menjelaskan bahwa pembelajaran di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menerapkan berbagai pendekatan inovatif, seperti flipped learning dan pemanfaatan Learning Management System (LMS) sebagai media pembelajaran interaktif. Orientasi pembelajaran diarahkan pada student-centered learning, inovatif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Selain kurikulum, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan penasehat akademik yang akan mendampingi mereka selama menempuh studi. Profil singkat dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris turut dipaparkan agar mahasiswa baru mengenal lebih dekat tenaga pengajar yang akan mendukung perjalanan akademik mereka.
Di akhir sosialisasi, Ketua Prodi berharap mahasiswa baru dapat memahami arah visi keilmuan program studi serta bersemangat dalam menjalani perkuliahan. Beliau juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi pembelajaran dan bimbingan akademik agar mahasiswa mampu mencapai profil lulusan yang telah ditetapkan.
Barru, 03 Desember 2024 – Salah satu dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Barru berkesempatan untuk berpartisipasi dalam AsiaTEFL International Conference 2024 yang diselenggarakan di Chiang Rai Rajabhat University, Thailand yang berlangsung selama 3 hari pada tanggal 15-17 November 2024. Dalam kesempatan ini, dosen tersebut berkolaborasi dengan dua dosen dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar untuk mempresentasikan penelitian mereka di forum akademik internasional yang bergengsi.
AsiaTEFL International Conference tahun ini mengusung tema “Equity, Diversity, and Inclusivity in English Language Teaching (ELT)”. Konferensi ini menjadi ajang berkumpulnya para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan bahasa Inggris dari berbagai negara untuk berbagi pandangan, inovasi, serta hasil penelitian dalam bidang pengajaran bahasa Inggris.
Dalam konferensi ini, tim kolaborator Ade Chandra, S.Pd., M.Pd bersama dengan Sunarlia Limbong, S.S., M.Pd dan Novianty palayukan, S.S., M.Hum mempresentasikan penelitian berjudul “Increasing Cadets Motivation Through Use of Wordwall Platform.” Penelitian tersebut membahas bagaimana motivasi belajar mahasiswa, khususnya taruna dan taruni, dapat meningkat melalui penggunaan teknologi interaktif seperti Wordwall. Teknologi ini dinilai mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih menarik dan memotivasi, terutama dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris.
Ade Chandra bersama tim pada saat mempresentasikan hasil penelitian mereka.
Ketika ditanya mengenai alasan yang mendorongnya berpartisipasi dalam konferensi ini, Ade Chandra menjelaskan, “Saya ingin meningkatkan diri saya, kemampuan saya, dan pengetahuan saya dalam dunia penelitian.”
Selain mempresentasikan penelitian, Ade Chandra juga menjelaskan pengalamannya dalam menjalin jejaring internasional selama konferensi. “Di sana kami bertemu dengan banyak teman baru yang berasal hampir dari seluruh Asia,” ungkapnya. Ia juga menambahkan, “Kami banyak bertukar kontak, pengalaman, dan pemikiran bersama para penulis dan peneliti lainnya.”
Partisipasi dalam AsiaTEFL International Conference 2024 tidak hanya memperkaya wawasan peserta tentang tren terbaru dalam pengajaran bahasa Inggris, tetapi juga membuka peluang untuk kolaborasi lintas institusi. Universitas Muhammadiyah Barru mengapresiasi keikutsertaan dosennya dalam kegiatan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas akademik dan jaringan global institusi.
Soppeng, 30 Oktober 2024 – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Barru melaksanakan pengabdian masyarakat berupa pelatihan English for Tourism kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Bulu’e, Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris anggota Pokdarwis dalam mendukung sektor pariwisata di desa mereka.
Pelatihan ini diselenggarakan pada Rabu, 30 Oktober 2024, dan dibawakan langsung oleh Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Wahyuddin Rauf, S.Pd., M.Pd., dibersamai dua dosen yaitu Dr. Afif Zuhdy Idham., M.Pd dan Ade Chandra, S.Pd., M.Pd serta dua mahasiswa dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Materi pelatihan dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan bahasa Inggris praktis, seperti menyambut wisatawan, menjelaskan objek wisata, dan menjawab pertanyaan wisatawan asing.
Dalam sambutannya, Wahyuddin Rauf menegaskan pentingnya penguasaan bahasa Inggris dalam pengelolaan desa wisata. “Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris adalah salah satu faktor kunci dalam meningkatkan daya tarik Desa Wisata Bulu’e sebagai destinasi pariwisata. Pelatihan ini kami harapkan dapat menjadi awal untuk mendorong profesionalisme Pokdarwis,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga memanfaatkan platform Learning Management System (LMS) untuk mendukung pembelajaran digital. Peserta diajarkan bagaimana menggunakan LMS untuk mengakses materi pelatihan dan tugas interaktif. Salah satu peserta, Ketua Pokdarwis Desa Bulu’e, menyampaikan rasa antusiasnya. “Pelatihan ini sangat membantu kami untuk lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan wisatawan asing. Kami berharap ke depannya bisa terus bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan kami,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Barru menunjukkan komitmennya untuk mendukung pengembangan desa wisata dan pemberdayaan masyarakat lokal. Semangat kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi sektor pariwisata di Kabupaten Soppeng.
Barru, 17 September 2024 – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Barru menyelenggarakan Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome Based Education (OBE) pada hari Selasa, 17 September 2024, di Hotel D’Shining, Kabupaten Barru. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris serta dosen dari Prodi Bimbingan dan Konseling.
Workshop ini dibuka oleh Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Wahyuddin Rauf, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya penerapan pendekatan OBE dalam kurikulum pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan tuntutan dunia kerja. “Dengan menerapkan OBE, kita tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi juga pada capaian kompetensi mahasiswa yang lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja,” jelas Wahyuddin dalam sambutannya.
Di mana kegiatan yang lalu dengan tema yang sama yaitu OBE dengan menghadirkan pemateri yang juga dari Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) yaitu Dr. Ummi Khaerati Syam, M.Pd selaku Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNISMUH Makassar. Kali ini kegiatan ini menghadirkan pemateri yaitu Ismail Sangkala, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNISMUH Makassar. Dalam penyampaiannya, Ismail menyoroti esensi dari pendekatan OBE yang berfokus pada hasil belajar yang ingin dicapai mahasiswa setelah menyelesaikan setiap mata kuliah. “OBE menekankan pentingnya hasil akhir yang terukur. Dalam merancang RPS berbasis OBE, kita harus menyiapkan capaian pembelajaran yang jelas sehingga kompetensi mahasiswa dapat tercapai sesuai standar yang ditetapkan,” ungkap Ismail.
Selama workshop, para dosen diajak untuk memahami metode penyusunan RPS berbasis OBE secara mendalam, mulai dari penyusunan capaian pembelajaran, perumusan indikator ketercapaian, hingga pemilihan metode dan evaluasi pembelajaran yang relevan. Kegiatan ini berlangsung interaktif, di mana peserta turut mengajukan berbagai pertanyaan serta berbagi pengalaman dalam mengimplementasikan kurikulum OBE di kelas.
Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dosen dalam menyusun RPS yang sesuai dengan standar OBE. “Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, setiap RPS yang disusun mampu menghasilkan pembelajaran yang lebih efektif dan berkualitas, sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan di dunia kerja,” tutup Wahyuddin.
Kegiatan ini memperlihatkan komitmen Universitas Muhammadiyah Barru dalam mendukung kualitas pendidikan tinggi yang berbasis capaian, sejalan dengan visi OBE untuk membekali lulusan dengan kompetensi yang siap bersaing dalam lingkup nasional dan internasional.
Barru, 15 Agustus 2024 – Setelah FGD Evaluasi Kurikulum pada hari sebelumnya, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Barru melanjutkan kegiatan dengan Workshop Penyusunan Prosedur Operasional Baku (POB) untuk mendukung pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di lingkup prodi, yang juga termasuk dalam rangkaian Program Bantuan Akselerasi Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Tinggi Mendukung Kampus Merdeka Mandiri Tahun 2024 dari Kemdikbudristek, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Workshop ini diselenggarakan pada Kamis, 15 Agustus 2024, di Hotel D’Shining, Kabupaten Barru.
Acara dibuka oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Wahyuddin Rauf, S.Pd., M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan POB adalah langkah penting untuk mendukung keterlaksanaan kegiatan MBKM secara terstruktur. “Dengan adanya POB, kita berharap setiap program MBKM dapat terlaksana dengan panduan yang jelas, baik bagi dosen maupun mahasiswa,” ujar Wahyuddin.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Dr. Ishaq, S.Pd., M.Pd., selaku sekretaris Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (LP2AI) yang memberikan panduan dalam merumuskan prosedur operasional untuk kegiatan pembelajaran MBKM. Dalam workshop, Dr. Ishaq memaparkan cara penyusunan POB yang efektif, termasuk penyusunan langkah-langkah standar yang perlu dilakukan dalam kegiatan MBKM seperti magang, penelitian, pertukaran pelajar, dan program lainnya.
Dalam penyampaiannya, Dr. Ishaq menegaskan pentingnya kolaborasi antar-dosen dalam menyusun POB agar hasilnya selaras dengan kebutuhan mahasiswa. “Penyusunan POB bukan hanya soal administrasi, tetapi juga memastikan bahwa setiap langkah dalam program MBKM mendukung kompetensi mahasiswa secara langsung. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas pendidikan,” ungkap Dr. Ishaq.
Dr. Ishaq juga memberikan panduan tentang cara menyusun langkah-langkah operasional yang efektif dan rinci. “Kita perlu membuat panduan yang tidak hanya mengikuti aturan MBKM, tetapi juga memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk meraih pengalaman belajar yang maksimal. POB harus dibuat jelas dan terstruktur agar menjadi acuan yang memudahkan bagi seluruh pelaksana di lapangan,” tambahnya.
Workshop ini dihadiri oleh Wakil Rektor, para dosen dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, serta perwakilan dari program studi Bimbingan Konseling (BK) yang turut berpartisipasi aktif dalam diskusi. Beberapa dosen menyampaikan apresiasi mereka terhadap penyusunan POB yang lebih detail ini, termasuk langkah-langkah dalam program magang, penelitian, dan pertukaran mahasiswa. “POB ini akan memudahkan kami sebagai dosen dalam mendampingi mahasiswa yang mengikuti kegiatan MBKM, karena setiap prosedur dan langkah sudah jelas. Harapannya, ini juga akan memberikan pengalaman belajar yang lebih lancar bagi mahasiswa,” ungkap salah satu dosen peserta workshop.
Workshop diakhiri dengan diskusi panel, di mana para peserta dapat menyampaikan saran dan masukan terkait POB. Diharapkan dengan adanya POB yang terstruktur, implementasi MBKM di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dapat berjalan lebih efektif dan efisien, serta memenuhi standar yang diperlukan. Universitas Muhammadiyah Barru optimis bahwa hasil dari workshop ini akan mendukung keberhasilan program MBKM dan menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan global.
Barru, 14 Agustus 2024 – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Barru mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kurikulum sebagai bagian dari komitmennya untuk mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel D’Shining, Kabupaten Barru, pada Rabu, 14 Agustus 2024.
FGD ini dibuka oleh Usman, S.Pd., M.Pd., Ph.D., sebagai perwakilan Rektor Universitas Muhammadiyah Barru. Dalam sambutannya, Usman menekankan pentingnya evaluasi kurikulum agar sesuai dengan profil lulusan yang diharapkan dan mendukung keterampilan yang dibutuhkan mahasiswa di dunia kerja yang terus berkembang.
Setelah pembukaan, Wahyuddin Rauf, S.Pd., M.Pd., Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris, menyampaikan materi tentang proses evaluasi kurikulum yang telah dilakukan serta menyoroti aspek yang perlu disesuaikan untuk memenuhi standar nasional dan kebutuhan MBKM. “Tujuan evaluasi ini adalah memastikan kurikulum yang kami susun selaras dengan kompetensi lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di dunia profesional,” ungkap Wahyuddin.
FGD ini dihadiri oleh Wakil Rektor, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), para dosen dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, serta beberapa pemangku kepentingan eksternal seperti MGMP Bahasa Inggris SMP dan SMA Kabupaten Barru, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Barru, English Village Kabupaten Barru,. Hadir pula mahasiswa yang merupakan alumni program MBKM, seperti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dan Kampus Mengajar, yang berbagi pengalaman dan masukan berdasarkan keterlibatan mereka dalam program MBKM.
Kegiatan FGD berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta. Salah satu perwakilan MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Barru menyampaikan apresiasi atas evaluasi ini. “Kami melihat program ini dapat membantu menyelaraskan kurikulum dengan dunia pendidikan di tingkat sekolah. Jika lulusan dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sudah siap dengan kebutuhan pengajaran yang lebih praktis dan kontekstual, maka kualitas pembelajaran di sekolah juga akan meningkat,” ujar perwakilan MGMP.
Nurfadillah,- Salah satu alumni PMM angkatan 4
Selain itu, perwakilan dari alumni PMM juga memberikan pendapatnya mengenai kurikulum yang mendukung pengalaman belajar di luar kampus. “Sebagai alumni PMM, saya merasakan langsung bagaimana pentingnya kurikulum yang fleksibel untuk dapat mengikuti program di luar kampus. Kurikulum yang mendukung program seperti PMM atau Kampus Mengajar sangat membantu kami mengembangkan soft skills, kemampuan adaptasi, dan pengalaman langsung di masyarakat,” tutur salah satu alumni program PMM yang hadir.
Pada kegiatan ini, peserta FGD mengevaluasi komponen kurikulum yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, baik dari segi profil lulusan, kompetensi inti, maupun implementasi kegiatan pembelajaran yang mendukung MBKM. Kegiatan berlangsung interaktif dan diharapkan dapat menghasilkan kurikulum yang relevan dan fleksibel, sehingga semakin mendukung mahasiswa dalam meraih pencapaian akademis maupun profesional.
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sebagai penerima Program Bantuan Akselerasi Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Tinggi Mendukung Kampus Merdeka Mandiri Tahun 2024 dari Kemdikbudristek, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan.